liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Profil Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional dan Tokoh Sayap Kanan Israel

Profil Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional dan Tokoh Sayap Kanan Israel

Memuat…

Itamar Ben-Gvir memicu kontroversi setelah mengunjungi Masjid al-Aqsa Selasa lalu. Foto/Berita Langit

JAKARTA – Itamar Ben-Gvir baru-baru ini mendapat perhatian karena kunjungan kontroversialnya ke Masjid al-Aqsa yang menuai kritik dari berbagai kalangan.

Sosok yang saat ini menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional Israel telah bangkit setelah sukses berkoalisi dan mengantarkan Netanyahu menjadi pemimpin baru Israel.

Dari tiga faksi yang bersekutu dengan Netanyahu, faksi Otzma Yehudit yang dipimpin oleh Ben-Gvir paling banyak mendapat perhatian.

Pasalnya, beberapa keputusan dan tindakannya kerap menimbulkan kontroversi. Menurut BBC, Itamar Ben-Gvir adalah politikus sayap kanan yang terkenal dengan sikap rasis dan anti-Arabnya.

Itamar Ben-Gvir yang kini berusia 46 tahun merupakan keturunan imigran Yahudi dari Irak. Sebelum bergabung dengan parlemen dia dikenal sebagai aktivis ekstremis sayap kanan.

Ben-Gvir juga seorang pengacara yang membela ekstremis Yahudi yang menyerang orang Arab.

Seperti pada tahun 2006, di mana ia sempat mewakili dua remaja yang dituduh ikut serta dalam serangan di Tepi Barat yang menewaskan sepasang suami istri dan bayi mereka.

Sikap ekstremisnya terlihat sejak ia masih remaja, saat ia dekat dengan Partai Kach yang saat itu merupakan organisasi politik yang dilarang mengikuti pemilu sejak 1988, dan dicap sebagai organisasi teroris asing oleh AS.

Dalam organisasi ini, ia ikut serta dalam pembantaian 29 jamaah Palestina di Masjid Ibrahimi.

Karena reputasinya yang buruk, Ben-Gvir bahkan dikeluarkan dari program dinas militer yang biasa diikuti anak muda Israel.