liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Minum Obat Sirup Buatan India, 18 Anak di Uzbekistan Meninggal

Minum Obat Sirup Buatan India, 18 Anak di Uzbekistan Meninggal

Memuat…

Delapan belas anak di Uzbekistan meninggal setelah minum sirup India. Foto/Ilustrasi/Sindonews

TASHKENT – Kementerian Kesehatan Uzbekistan mengatakan sedikitnya 18 anak telah meninggal setelah memakannya sirup obat diproduksi oleh produsen obat asli India Marion Biotech Pvt Ltd

Kementerian mengatakan 18 dari 21 anak yang mengonsumsi sirup Doc-1 Max saat menderita penyakit pernapasan akut meninggal setelah mengonsumsinya. Di situs perusahaan, obat tersebut dipasarkan sebagai obat untuk gejala pilek dan flu.

Satu batch sirup mengandung etilen glikol, yang menurut kementerian merupakan zat beracun.

“Sirup tersebut diimpor ke Uzbekistan oleh Quramax Medical LLC,” kata kementerian tersebut dalam keterangannya seperti dikutip Reuters, Kamis (29/12/2022).

Baca: Tragisnya, Gadis 16 Tahun di India Diperkosa 8 Pria Lebih dari 12 Jam

Disebutkan juga bahwa sirup diberikan kepada anak di rumah tanpa resep dokter, baik oleh orang tua atau atas saran apoteker, dengan dosis yang melebihi dosis standar untuk anak.

Tidak jelas apakah semua atau salah satu dari anak-anak ini telah menggunakan dosis yang dicurigai atau telah menggunakan lebih dari dosis standar, atau keduanya.

Kementerian Kesehatan Uzbekistan mengatakan telah memecat tujuh karyawan karena kelalaian mereka tidak menganalisis kematian tepat waktu dan tidak mengambil tindakan yang diperlukan.

Dikatakan kementerian telah mengambil tindakan disipliner terhadap beberapa “ahli”, tanpa menyebutkan peran ahli tersebut.

Kementerian juga menarik tablet dan sirup Doc-1 Max dari semua apotek.