liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Abaikan Kecaman Barat, Iran Gantung Demonstran Anti-Jilbab Kedua

Abaikan Kecaman Barat, Iran Gantung Demonstran Anti-Jilbab Kedua

Memuat…

Iran gantung pengunjuk rasa anti hijab untuk kedua kalinya pada Senin (12/12/2022). Foto/REUTERS

TEHERAN – Pihak berwajib Republik Islam Iran kembali menggantung pengunjuk rasa anti hijab di depan umum pada Senin (12/12/2022). Ini adalah eksekusi kedua pengunjuk rasa kurang dari seminggu setelah yang pertama.

Eksekusi hukuman gantung pertama pengunjuk rasa pekan lalu menuai kecaman dari negara-negara Barat. Teheran mengabaikan kritik tersebut, malah memanggil diplomat Barat ke Teheran sebagai protes atas campur tangan dalam urusan dalam negeri.

Pengunjuk rasa pertama yang akan digantung pada 8 Desember 2022 adalah Mohsen Shekari. Dia dituduh memblokir jalan dan menyerang pasukan keamanan Iran dengan parang selama demonstrasi.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Iran Eksekusi Tahanan yang Ditangkap Saat Demonstrasi

Hari ini, Majid Reza Rahnavard mengalami nasib yang sama. Dia dituduh membunuh dua anggota pasukan keamanan selama demonstrasi yang rusuh.

“Majid Reza Rahnavard digantung di depan umum di (kota suci Syiah) Mashhad pagi ini… dia dijatuhi hukuman mati karena ‘berperang melawan Tuhan’ setelah menikam hingga mati dua anggota pasukan keamanan,” tulis Mizan Online, situs resmi dari Peradilan Iran. , seperti dikutip oleh Reuters.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan Mohsen Shekari disiksa dan dipaksa mengakui tuduhan terhadapnya.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan pihak berwenang Iran meminta hukuman mati untuk setidaknya 21 orang dalam apa yang disebutnya “pengadilan palsu yang dirancang untuk mengintimidasi mereka yang mengambil bagian dalam pemberontakan rakyat yang telah mengguncang Iran”.

Protes nasional meletus di Iran setelah kematian seorang wanita Kurdi-Iran, Mahsa Amini (22), pada 16 September atau tiga hari setelah dia ditangkap oleh polisi moral di Teheran. Amini ditangkap atas tuduhan melanggar aturan jilbab wajib yang ketat di negara itu.

Demonstrasi yang meluas di Iran tidak hanya sebagai bentuk solidaritas terhadap Mahsa Amini, tetapi juga sebagai protes atas aturan ketat negara tersebut terkait kewajiban berhijab bagi perempuan di negara tersebut. Beberapa pengunjuk rasa perempuan mengambil tindakan dengan melepas cadar bahkan memotong rambut mereka.

(berarti)