liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

2 Pemain Jerman yang Menolak Tutup Mulut Selama Piala Dunia 2022

2 Pemain Jerman yang Menolak Tutup Mulut Selama Piala Dunia 2022

Memuat…

Alkay Gundogan dan Antonio Rudiger adalah dua pemain Jerman yang menolak tutup mulut di Piala Dunia 2022. Foto: goal.com

DOHA – Ilkay Gundogan dan Antonio Rudiger adalah dua pemain Jerman yang menolak tutup mulut di Piala Dunia 2022. Sayangnya, Der Panzer kini harus pulang lebih awal dari Qatar.

Baca juga: Suporter tumpah ruah ke jalanan Tokyo usai Jepang kalahkan Spanyol di Piala Dunia

Awalnya sembilan kapten tim, termasuk Manuel Neuer dari Jerman, berencana mengenakan gelang pelangi selama Piala Dunia 2022 untuk menunjukkan dukungan mereka kepada komunitas LGBTQ+.

Jerman merupakan salah satu negara yang berencana menggunakan ban kapten pelangi, yang merupakan ungkapan solidaritas terhadap komunitas LGBT dunia.

Namun, FIFA mengancam akan memberlakukan larangan olahraga pada siapa pun yang mengenakan lencana karena slogan-slogan politik tidak diperbolehkan di turnamen sepak bola, termasuk Piala Dunia.

Menurut laporan, 11 pemain tim utama Jerman melakukan perubahan sebagai tanggapan kolektif terhadap larangan FIFA terhadap mereka yang mengenakan ban lengan OneLove.

Pembatasan ini disebut-sebut dilakukan karena otoritas Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Pasalnya, kaum LGBTQ menentang budaya masyarakat Muslim di Qatar.

Asosiasi dan pemain Jerman telah menolak tuduhan bahwa protes itu adalah tindakan politik. Protes diam memiliki alasan penting, karena LGBTQ adalah bagian dari hak asasi manusia.

Tindakan diam ini sering dilakukan ketika ada foto tim sebelum pertandingan dimulai, salah satunya pada pertandingan Grup E pertama Jerman melawan Jepang.

Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap diskriminasi terhadap kaum LGBTQ selama pertandingan Piala Dunia.